Kali ini aku bereksperimen dengan menggunakan resep Bolu Kukus Ceria by Vivi Liong. Tapi pencampuran tepung ke dalam adonan, menggunakan mikser seperti pada Eksperimen Bolu Kukus yang pertama. Aku takut kalau menggunakan sendok kayu, hasilnya akan kurang bercampur rata.
Hasilnya, merekah sempurna, dan tidak terlalu ngapas. Aku putuskan aku paling cocok menggunakan resep ini. Aku juga suka resep ini karena tidak menggunakan minuman bersoda.
21 Mei 2011
14 April 2011
Eksperimen Bolu Kukus 2
Aku mau coba lagi, kali ini dengan setengah resep Bolu Kukus 10 Menit dengan modifikasi cairan yang aku tambah menjadi 200 ml. Cairan yang kupakai adalah jus Sunkist. Sedangkan essense yang kupakai adalah pasta Orange merk Kupu-kupu.
Terigu yang dipakai adalah Segitiga Biru. Bahan-bahan lain sama dengan percobaan pertama. Pada eksperimen kedua ini menghasilkan tekstur yang sama lembutnya, namun dengan rekahan yang tidak beraturan. Malah ada yang sompal. Soal rasa, lebih ringan karena tidak menggunakan susu.
Aku curiga ini karena pengaruh tepung yang dipakai dan komposisi tepung yang lebih banyak daripada percobaan pertama. Tapi mungkin juga pengaruh penggunaan BPDA untuk menggantikan air soda.
Ini gambar penampakannya.
Ini yang sompal:
Terigu yang dipakai adalah Segitiga Biru. Bahan-bahan lain sama dengan percobaan pertama. Pada eksperimen kedua ini menghasilkan tekstur yang sama lembutnya, namun dengan rekahan yang tidak beraturan. Malah ada yang sompal. Soal rasa, lebih ringan karena tidak menggunakan susu.
Aku curiga ini karena pengaruh tepung yang dipakai dan komposisi tepung yang lebih banyak daripada percobaan pertama. Tapi mungkin juga pengaruh penggunaan BPDA untuk menggantikan air soda.
Ini gambar penampakannya.
Ini yang sompal:
12 April 2011
Eksperimen Bolu Kukus
Bereksperimen dengan bolu kukus sudah seperti ngidam saja. Sedianya akhir pekan yang lalu aku akan melakukannya. Namun ternyata ada tugas luar kota, sehingga aku harus menunda eksperimen ini. Akhirnya malam-malam aku kerjakan juga. Ini dia hasilnya.
Resep yang dipakai adalah Bolu Kukus Cantik by Heryanti Saleh, dengan sedikit modifikasi, menyesuaikan dengan yang ada di rumah.
Bahan :
2 butir telur
160 gr gula pasir
1 sdt munjung emulsifier (SP)
200 gr terigu kunci biru
100 ml santan Kara (aku ganti dengan 100 ml air dicampur dengan 4 sdm susu bubuk)
100 ml soda (sprite)
Cara :
- Mix telur, gula pasir dan ½ bagian emulsifier dengan kecepatan tinggi sampai putih mengembang.
- Masukkan terigu, santan dan sprite bergantian, mix dengan kecepatan rendah sampai habis.
- Masukkan sisa emulsifier dan mix adonan dengan kecepatan tinggi selama 5-7 menit.
- Siap di beri warna dan dimasukkan ke Loyang bolu kukus.
Untuk 10-13 loyang bolu kukus dengan diameter 4cm.
Tapi pada eksperimenku jadinya 17 loyang bolu kukus. Entah karena terlalu banyak menggunakan SP, atau terlalu sedikit menuangnya, atau loyangnya memang beda. Tidak tahulah. Yang jelas hasilnya enak dan lembut.
16 Maret 2011
Eksperimen Tahu Bulat
Sudah dua kali aku melakukan eksperimen tahu bulat. Eksperimen pertama gagal. Eksperimen kedua cukup sukses. Inilah hasilnya:
Hampir semua variable pada dua eksperimen Tahu Bulat ini berbeda:
1. Tahu
Hampir semua variable pada dua eksperimen Tahu Bulat ini berbeda:
1. Tahu
- Eksperimen pertama: tahu yang dipakai adalah jenis yang dijual dalam keadaan sudah dipotong kecil-kecil, sudah ada di kulkas kurang lebih tiga hari.
- Eksperimen kedua: tahunya masih segar, tahu jenis yang sama dengan yang pertama ditambah dengan satu tahu besar.
- Eksperimen pertama: menggunakan kain tebal dengan bahan seperti yang dipakai untuk lap, kalau aku menyebutnya serbet. Tentu saja bukan yang sudah dipakai untuk lap.
- Eksperimen kedua menggunakan kain yang tipis dan sangat renggang seratnya, sehingga lebih banyak air yang dapat diperas.
- Eksperimen pertama: tidak menggunakan telur
- Eksperimen kedua: menggunakan telur
- Eksperimen pertama: menggunakan mini wok teflon, sehingga terlalu kecil dan sempit sehingga sulit membolak-balik tahu yang digoreng.
- Eksperimen kedua: menggunakan wajan biasa, bukan teflon dengan minyak yang cukup banyak.
Langganan:
Postingan (Atom)




